PELANTIKAN PENGURUS GAPKI DAN ANDALAS FORUM II

Andalas Forum merupakan forum bersama GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Cabang se Sumatera, yaitu Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Bengkulu, Jambi dan Sumsel. Tahun 2020 diselenggarakan Andalas Forum II, pada tahun 2019 penyelenggaraan  Andalas Forum I di Batam.  Untuk tahun 2021 penyelenggaraan Andalas Forum III di Jambi oleh penyelenggaraan bersama Gapki Cabang Jambi, Sumbar dan Bengkulu.

Sebelum pelaksanaan Andalas Forum II, yaitu tanggal 12 Februari 2020, di Hotel Harper Palembang  dilaksanakan pelantikan pengurus GAPKI Cabang Sumsel oleh Ketua Gapki Pusat Bp Joko Supriyono.  Pengurus Gapki Cabang Sumsel periode 2019 – 2024 ketuanya adalah Alex Sugiarto yang menggantikan Harry Hartanto.  Pelantikan Pengurus Gapki Cabang Sumsel  dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Asisten Sekda Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Johanes L. Toruan.

Kepala Dinas Perkebunan Prov Sumsel, Fakhrurrozi Rais dalam percakapan dengan Ketua Gapki yang baru dilantik disela-sela acara pelantikan mengharapkan agar semua perusahaan perkebunan di Sumsel menjadi anggota Gapki.  Saat ini baru 75 perusuhaan dari 248 perusahaan perkebunan di Sumsel yang menjadi anggota Gapki.  Selain itu, diharapkan agar Gapki dapat mendorong korporasi perkebunan kelapa sawit untuk mendapat sertifikat ISPO.  Saat ini baru 74 perusahaan, baik sebagai anggota Gapki dan non anggota Gapki yang mendapat sertifikat ISPO.  Hal ini sebagai implementasi untuk mewujudkan kelapa sawit hijau dan berkelanjutan.

Andalas Forum II diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 13 – 14 Februari 2014 DI Hotel Harper Palembang  dengan tajuk : “ Suistainability : Implementation and Promotion”. Rangkaian acara terdiri dari seminar dan pameran.

Pada acara seminar  sebagai key-note speech adalah Gubernur Sumatera Selatan. Seminar dibagi menjadi 4 sesi, yaitu sesi Pemberdayaan Petani, sesi Alam dan Lingkungan, sesi Ketenaga-kerjaan dan Kemitraan dan sesi Ekonomi dan Hukum.  Pembicara atau narasumber seminar adalah BNuupati Muba, para pakar dibidangnya, praktisi perkelapa-sawitan dan perguruan tinggi.

Gubernur Sumsel sebagai key-note speech yang diwakili oleh  Asisten Sekda Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Johanes L. Toruan   antara lain mengutarakan agar korporasi perkebunan kelapa sawit dapat melakukan sbb :

  1. Menyelesaikan konflik lahan dan konflik sosial dengan masyarakat dan dengan sesama korporasi.
  2. Mewujudkan kewajiban perusahaan perkebunan untuk memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat seluas 20 persen dari luas areal perizinan.  Hal ini merupakan amanat dari Undang-Undang Perkebunan No 39 Tahun 2014.
  3. Mewujudkan pembangunan kelapa sawit hijau dan berkelanjutan melalui sertifikasi ISPO.
  4. Melakukan GAP (Good Agricultural Practices) dalam mengelola konsesi lahan yang dipercayakan negara kepada korporasi perkebunan kelapa sawit.
  5. Memberikan kesejehtaraan kepada para pekerja.
  6. Menerapkan CSR dan mendorong kesejehteraan bagi masyarakat sekitar.
  7. Memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan daerah.
  8. Menjalin kemitraan yang produktif dengan masyarakat. Terutama kemitraan pembelian TBS pekebun dengan prinsip keterbukaan dan kejujuran.
  9. Berperan aktif dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan peremajaan kelapa sawit masyarakat yang saat ini menjadi prioritas pemerintah melalui bantuan dana peremajaan yang disalurkan oleh BPDPKS.
  10. Mendorong agar anggotanya menjadi perusahaan perkebunan yang taat terhadap segala bentuk ketentuan dan peraturan yang berlaku, terutama terhadap ketentuan perpajakan dan penerimaan Negara.

Menurut Johenes L. Toruan, sinergitas antara Pemerintah Prov Sumsel, elemen masyarakat dan korporasi kelapa sawit dapat terus berlangsung sebagaimana selama ini telah terjalin cukup baik. Sinergitas yang paling dirasakan dan dilaksanakan adalah dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan kebun dalam rangka mewujudkan Sumsel Zero Fire dan sinergitas melawan black campaign palm oil.

Lebih lanjut disebutkan oleh Johenes L. Toruan, untuk tujuan peningkatan kesejahteraan pekebun dan mewujudkan kelapa sawit hijau dan berkelanjutan, bahwa Pemprov Sumsel telah merealisasikan  usulan peremajaaan kelapa sawit pekebun seluas lebih kurang 32 ribu Ha. Realisasi ini merupakan terbesar dari seluruh provinsi.  Capaian realisasi ini telah mendapatkan apresiasi oleh Dirjenbun berupa penghargaan kategori : “Perangkat Daerah Terbaik Tingkat Provinsi untuk Capaian Realisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun “

Ajang pameran pada Andalas Forum II terdiri dari 25 board yang menampilkan antara lain produsen benih kelapa sawit, mekanisasi, produk pupuk, produk industri hilir kelapa sawit, produk peralatan on farm dan pasca panen serta board konsultan perkelapa-sawitan.

 

Keterangan gambar :

Foto narasumber seminar Andalas Forum II Prof Dr Andi Mulyana (Dekan Fak. Pertanian UNSRI) dan Joko W. Pribadi (Head Plasma PT Hindoli) bersama Kepala Dinas Perkebunan Prov Sumsel (Fakhrurrozi Rais), Ketua Gapki Cabang Sumsel (Alex Sugiarto) dan pengurus Gapki Cabang Sumsel.

Berita dan Artikel

February 18, 2020
SUMATERA SELATAN TERATAS DALAM CAPAIAN  REALISASI PEREMAJAAN KELAPA SAWIT PEKEBUN

SUMATERA SELATAN TERATAS DALAM CAPAIAN  REALISASI PEREMAJAAN KELAPA SAWIT PEKEBUN Peremajaan kelapa...

Read More
6ZbzKvyOIiz7Ck
January 01, 2019
Aren – Potensi Terpendan Ogan Ilir

Aren merupakan salah satu komoditi perkebunan yang belum begitu menarik bagi petani...

Read More
vLDfr58YxiQOeJ
December 19, 2018
Vacation Story Penikmat Cita Rasa

Neurotransmiter yang memberi efek positif pada perasaan , mempertajam rasa awas, feeling...

Read More

Harga Minyak Sawit (CPO) / KG

8230
Rp.

Harga Inti Sawit Kernel /KG

4305
Rp.

Harga TB Kelapa Sawit
Thn 10 s/d 20/KG

1736
Rp.

Harga Karet Mingguan /KG

8528
Counters Box

PENGHARGAAN

Disbun meraih Penghargaan Website Layanan Publik Terbaik!

Explore

Visi dan Misi

life-logo[1]

LEBIH MAJU

Lebih Maju, mengandung makna perkebunan Sumatera Selatan mengalami kemajuan dalam penggunaan teknologi dan inovasi
personal-logo[1]

BERDAYA SAING GLOBAL

Berdaya saing global, mengandung makna Hasil produksi dapat bersaing dengan produksi dari negara lain penghasil perkebunan
computer-logo[1]

BERKELANJUTAN

Berkelanjutan, mengandung makna Pembangunan Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan kaidah berwawasan lingkungan dan kelestarian alam
logo-top-1

SUMBER KESEJAHTERAAN

Sumber kesejahteraan, mengandung makna Perkebunan Sumsel dapat meningkatkan kehidupan masyarakat menjadi lebih bermartabat